Jumat, 14 Februari 2014

Tukang Roti dan Petani

Seorang tukang roti di sebuah desa kecil membeli 1 kg mentega dari seorang petani. Ia curiga bahwa mentega yang dibelinya tidak benar-benar seberat 1 kg. Beberapa kali ia menimbang mentega itu, dan benar, berat mentega itu tidak penuh 1 kg. Yakinlah ia bahwa petani itu telah melakukan kecurangan. Ia melaporkan pada hakim, dan petani itu dimajukan ke sidang pengadilan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_CwQzamtT37mRjYQBCu8eoCFPMCyxEvHHU4jiJ_oO9Z6vy7zZvHzC9AHcLhsFwX4GxKd2hDkZLdZdElu-gIQ41fmfk7SZtIW6EJQ-ImBwaD5a3pgyJHunC1i87UgP8yIVPIw323Q6oUrR/s1600/petani.jpg

Pada saat sidang, hakim berkata pada petani, "tentu Ente mempunyai timbangan?"
"tidak, tuan hakim," jawab petani.

"lalu, bagaimana Ente bisa menimbang mentega yang Ente jual itu?" Tanya hakim.
Petani itu menjawab, "ah, itu mudah sekali dijelaskan, Tuan hakim. Untuk menimbang mentega seberat 1 kg itu, sebagai penyeimbang, aku gunakan saja roti seberat 1 kg yang aku beli dari tukang roti itu"
 
Hikmah:
Apapun yang kita lakukan, apabila tidak jujur, maka ketidakjujuran itu akan ketahuan

sumber

0 komentar:

Posting Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2011 Sole Spatu