Tampilkan postingan dengan label tahu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tahu. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 April 2014

PENTING Wajib Tahu Sebelum Pacaran dengan Pria Lebih Muda


Dewi Amor bisa menembakkan panahnya pada siapa saja. Tanpa peduli tempat, waktu, bahkan usia. Pria yang menjalin cinta dengan wanita lebih tua pun lumrah adanya. Bahkan muncul istilah brondong, untuk menyebut pria muda yang memadu kasih dengan wanita lebih dewasa.

Kedengarannya romantis. Namun, jika hubungan itu tak disertai rasa tanggung jawab untuk menyesuaikan diri, bisa pula berujung pada perpisahan. Banyak contohnya di kalangan selebriti. Ashton Kutcher dan Demi Moore misalnya, atau Raffi Ahmad dan Yuni Shara.

Perbedaan usia memang mengartikan banyak hal. Perlu banyak penyesuaian. Kedua belah pihak harus saling membuka diri. Mengutip laman Shape, berikut hal-hal yang harus diperhatikan wanita sebelum menjalin asmara dengan brondong.

Gairah Tinggi
Pria berada di puncak gairah seksual saat mereka berusia 20-an tahun. Hormon testosteron mereka meningkat tajam. Mereka juga lebih bersemangat mencoba hal-hal baru. Siapkan diri jika kekasih berada dalam rentang usia itu. Jangan matikan gairah mereka.

Pola Kencan
Makan malam berdua ditemani nyala lilin cantik memang romantis. Tetapi pria muda lebih menyukai kencan-kencan yang menyenangkan. Jangan kaget jika mereka minta ditemani menonton konser musik atau berolah raga di taman. Positifnya, semangat mereka akan membangkitkan kembali jiwa muda wanita.

Gaya Hidup Berbeda
Pahamilah, anak muda lebih suka berkumpul dengan kelompoknya. Jadi, wanita harus memaklumi jika pria muda lebih sering menghabiskan waktu bersama teman-temannya daripada berkencan. Tak perlu juga cemburu berlebihan terhadap teman wanitanya.
Ketrampilan Komunikasi
Sebaliknya, wanita tak harus melawan pasangan brondong-nya dengan pamer kemesraan bersama lelaki yang seusia. Mereka akan lebih mudah terbakar api cemburu. Hadapi konflik dengan tenang dan dewasa, itu yang mereka inginkan. Kuncinya: ketrampilan berkomunikasi.

Komitmen
Meski sudah sama-sama merasa cocok, pria muda belum tentu berani berkomitmen. Robi Ludwig, seorang psikoterapis menyebutkan, pria muda belum siap mendapatkan tekanan dan tanggung jawab. Mereka belum matang secara emosional.

Bagi mereka, pernikahan merenggut kebebasan. Menghadapi hal ini, yang bisa dilakukan seorang wanita hanya bersabar. Penting juga mengasah kedewasaan pasangan dengan menempatkan mereka sebagai penanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Tuntutan Biologis
Wanita punya ‘masa kadaluarsa’. Jika harus hamil di atas usia 40 tahun, meski tak mustahil, rawan bagi kesehatan rahim dan janin. Ini akan menjadi masalah jika pasangan belum merasa cukup matang untuk memiliki anak.

Tak ada cara lain selain mencoba membuat mereka paham bahwa wanita punya keterbatasan dalam hal biologis. Toh, jika nanti sudah menjadi ayah, secara naluriah pria akan lebih bertanggung jawab.

Masalah Karier
Kesuksesan wanita juga bisa jadi hambatan dalam berhubungan. Pria muda akan merasa terintimidasi jika pasangannya memiliki karier yang lebih mapan. Masalah akan semakin pelik jika akhirnya pria merasa tak berguna. Sebaiknya, selalu posisikan diri sejajar dengan pasangan, jangan terlalu mendominasi.

source

Minggu, 02 Februari 2014

Terharu ! Kanak kanak Tahu Mereka Bersaudara semasa mandi di kolam renang


Sriwijaya Post - Khamis, 29 November 2012 


ISAAC.JPG
Daily Mail
Dakotah Zimmer (tengah), Isaac Noltin (kanan) dan Ashley.



SRIPOKU.COM, WASHINGTON - Dua anak laki-laki yang sedang bermain di sebuah kolam renang pada musim panas lalu menyedari bahawa mereka tampak sangat mirip. Cara berjalan mereka bahkan sama.

Namun, Isaac Noltin, 12 tahun, dan Dakotah Zimmer, 13 tahun, terguncang begitu mengetahui bahawa mereka bukan hanya sekadar mirip: mereka memang bersaudara.

Dakotah menceritakan kepada Ishak bahawa dia tahu yang dia punya saudara. Namun, dia tidak pernah bertemu saudaranya itu yang diadopsi oleh seorang perempuan bernama Dawn. "Hah, itu nama ibu saya," kata Isaac.

Kisah mengharukan tentang bagaimana Dakotah dan Isaac bertemu merupakan salah satu kecemasan ibu angkat Isaac, Dawn Noltin.

Noltin, yang bekerja sebagai pengurus di sebuah perusahaan binatu, menceritakan kisahnya kepada TODAY.com dan eMissourian.

Dia mengatakan, dirinya memikirkan soal bila harus memberitahu anaknya bahawa dia adalah anak angkat.
Selama berminggu-minggu sebelum Ishak dan Dakotah bertemu, dia telah meminta saran teman-temannya dan pendeta tentang bagaimana cara memberitahu anaknya bahawa dia punya saudara.

Ia tahu soal itu harus disampaikan sebelum kedua anak itu mulai sekolah.

Mereka akan memasuki sekolah menengah yang sama di Washington, Missouri, dan pasti, entah bagaimana caranya, akan menemukan satu sama lain.

Pada malam setelah Isaac dan Dakotah bertemu, Isaac mendekati ibunya dan bertanya apakah dia diadopsi.

Ketika Noltin, 42 tahun, bertanya mengapa ia berfikir begitu, anaknya menjawab, "Kerana saya fikir saya telah menemukan abang saya."

Ibu dan anak itu mulai menangis. "Saya sangat senang bahawa saya punya saudara," kata Ishak kepada TODAY.com. "Saya selalu meminta seorang saudara."

Noltin bertemu ibu Isaac beberapa tahun lalu ketika ia sedang keluar untuk makan malam dengan mantan suaminya. Seorang teman mantan suaminya itu kemudian mengundang mereka untuk bertemu dengan pacarnya dan putera mereka yang baru lahir.

Ibu berumur 16 tahun itu baru saja melahirkan Ishak sembilan hari sebelumnya, dan sudah punya seorang putera berusia satu tahun, yaitu Dakotah.

Noltin sendiri telah menjadi ibu tunggal. Ia sendiri punya anak perempuan pada usia 19 tahun.

Dia mengatakan kepada TODAY.com bahawa naluri keibuan mendorongnya. Ia pun menawarkan diri untuk mengurus bayi yang baru lahir itu.

Beberapa bulan berlalu, Noltin menerima telepon bahawa ibu kandung Isaac hamil lagi. Nenek perempuan itu bertanya apakah Noltin ingin mengadopsi Ishak secara legal. Delapan belas bulan kemudian, Ishak secara legal menjadi anaknya.

Ibu kandung Isaac dan Dakotah meninggal tahun 2007, dan ayah biologis mereka meninggal setahun kemudian.

Dakotah dan saudari, Ashley, tinggal bersama nenek biologis Ishak, Debi Bay.

Bay mengatakan, Dakotah selalu tahu dia punya saudara. "Saya senang mereka bertemu," katanya tentang pertemuan dua cucunya itu.

Meski keduanya tidak tahu keberadaan satu sama lain selama lebih dari satu dekade, mereka seolah-olah tumbuh bersama, kata Noltin.

"Sepertinya mereka tidak pernah berpisah," kata dia setelah mengamati kedua kanak-kanak itu.

Editor : Sudarwan
Sumber : Kompas.com

Minggu, 29 Desember 2013

Ternyata Bayi Bisa Tahu Kalau Orang Dewasa Bohong

Bayi bisa jadi lebih cerdas dari yang kita pikirkan. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa bayi yang berusia kurang dari setahun bisa mengetahui orang dewasa bisa dipercaya atau tidak. Penelitian itu diungkapkan di Infant Behavior and Development.


"Bahkan di usia yang masih belia, anak-anak tidak menelan informasi dengan membabi buta," kata Diane Poulin-Dubois, ketua peneliti dan guru besar psikologi di Pusat Penelitian Perkembangan Manusia Universitas Concordia. Informasi yang meragukan atau berlawanan secara otomatis disaring oleh sistem kognisi anak-anak. "Anak muda tidak mudah tertipu."

Untuk menentukan apakah bayi-bayi itu mencerna mentah-mentah atau melihat kredibilitas orang di sekitarnya, Poulin-Dubois dan koleganya melakukan sebuah percobaan menarik yang melibatkan 60 bayi berusia antara 13 dan 16 bulan. Separo bayi itu berinteraksi dengan orang dewasa "yang bisa dipercaya", sisanya berinteraksi dengan orang dewasa "yang tak bisa dipercaya". Mereka bermain dengan kotak yang dalam beberapa kasus berisi mainan dan lainnya kosong.

Pada percobaan pertama, orang dewasa akan melihat di dalam kotak dan menampakkan keceriaan dan kebahagiaan. Kemudian bayi-bayi itu suruh melihat ke dalam kotak untuk mengetahui apa yang membuat orang dewasa bermimik seperti itu. Orang dewasa "yang tidak dipercaya" berkomentar "ooo" dan "ah" jika melihat kotak kosong, sementara orang dewasa "yang bisa dipercaya" membuat keributan hanya jika di dalam kotak ada mainan.

Percobaan kedua menggunakan pasangan bayi-orang dewasa yang sama. Kali ini orang dewasa menggunakan dahi selain tangannya untuk menyalakan sebuah lampu. Idenya adalah bahwa bayi yang percaya kepada teman orang dewasanya akan mencoba meniru perilaku mereka. Benar saja, bayi-bayi lebih suka menggunakan dahi mereka untuk menyalakan lampu saat mereka bermain permainan "apa yang ada di dalam kotak?" dengan orang dewasa "yang bisa dipercaya" dibandingkan ketika mereka bermain dengan orang dewasa "yang tidak bisa dipercaya".

Untuk anak kecil, itu semua berkaitan dengan bagaimana bertahan hidup. "Kita adalah makhluk sosial dan keturunan manusia tergantung pada pengasuh mereka untuk waktu yang lama. Belajar dari orang lain merupakan kunci untuk belajar budaya tetapi hal itu mengandung risiko juga seperti informasi yang tidak tepat. Kemampuan untuk melacak orang-orang tidak biasa atau tak bisa dipercaya menjadi senjata untuk melindungi bayi-bayi itu saat memperoleh informasi salah," jelas Poulin-Dubois. Satu dari contoh paling sederhana adalah kepercayaan yang diberikan oleh orang dewasa. "Umur merupakan salah satu isyarat dan digunakan oleh bayi dan anak prasekolah. Mereka akan meniru orang dewasa dibandingkan dengan anak-anak kecuali orang dewasa terlihat tidak bisa dipercaya dan anak-anak lebih dipercaya."

sumber: intisari-online.com
Older Post ►
 

Copyright 2011 Sole Spatu