Tampilkan postingan dengan label 5. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 5. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Maret 2014

5 Bintang Bokep Berpendidikan Tinggi

Bintang film porno untuk mendapatkan uang tidak perlu susah susah untuk sekolah tinggi sebab  pendidikan tinggi tidak berlaku di Industri film Porno dengan memiliki tubuh yang indah dan hot serta wajah yang canti merupakan hal utama dalam industri film Porno. Namun tahukah Ente jika ada beberapa bintang film porno yang tetap mementingkan sekolah sampai ke pendidikan tinggi dan bahkan sampai mendapatkan gelar sarjana. Nah Ente mau tahu bintang Film Porno siapa saja yang berpendidikan tinggi simak 5 Bintang Film Porno Berpendidikan Tinggi berikut ini.

1. Asia Carrera
Asia Carrera
Nama Asia Carrera yang berwajah oriental sangat dikenal di belantara film porno.
Asia Carrera yang sangat top di tahun 1990-an ini mulai belajar bermain piano sedari kecil. Ia telah tampil dua kali di aula Carnegie, New York, sebelum usianya 15 tahun. Aula Carnegie adalah gedung konser yang setiap tahunnya menyelenggarakan 250 pertunjukan musik klasik, pop, dan jazz, dari para musisi bertalenta.

Saat berusia 16 tahun, Asia Carrera menjadi pengajar bahasa Inggris di Tsuruga College, Jepang. Ia juga mendapatkan beasiswa penuh di Rutgers University, dimana mengambil jurusan ganda di Fakultas Bisnis dan Bahasa Jepang. Tidak hanya itu, dengan IQ 156, Asia Carrera bahkan menjadi anggota Mensa, organisasi khusus untuk orang-orang yang memiliki IQ tinggi.
Setelah menikah dan tidak lagi terjun di dunia film porno, Asia Carrera menjadi bintang porno pertama yang membuat situs web sendiri.

2. Nina Hartley
Dunia perfilman khusus dewasa dirambah Nina Hartley di pertengahan tahun 1980-an. Perempuan cantik ini merupakan lulusan cum laude dari sekolah perawat di San Francisco State University.
Meski berkecimpung dalam pembuatan film porno, Nina Hartley juga aktif berkeliling dunia sebagai pembicara dalam kuliah umum dan debat di berbagai kampus, sebagai pakar dalam seks. Tahun 2006 ia menulis buku “Nina Hartley’s Guide to Total Sex” atau panduan Nina Hartley untuk kepuasan sex.

3. Tera Patrick
Perempuan yang besar di Idaho ini mungkin akan menjadi perawat seksi bila ia menekuni dunia kerja berdasarkan latar belakang pendidikannya. Tera Patrick merupakan perawat yang telah teregristasi dan mengantongi sertifikat EMT. Selain itu, gelar sarjana muda fakultas Mikrobiologi di sandangnya.
Ketika pindah ke California selatang, Tera Patrick sebenarnya bermaksud untuk melanjutkan pendidikannya. Namun, dunia model lebih menarik minatnya, yang berujung pada terjunnya Tera Patrick di industri perfilman porno.
Munculnya Tera Patrick sebagai bintang porno menjadi magnet yang membius pecinta film khusus dewasa. Tak puas menjadi bintang porno, ia mendirikan perusahaan industri porno dan agen pencari bakat bernama Teravision. Ia merupakan bintang porno yang berjaya dalam dunia industri film dewasa.

4. Sharon Mitchell
Berkarir di industri film porno dimulai Sharon Mitchell di pertengahan tahun 1970-an. Ia meraih gelar Ph.D di bidang seksualitas manusia dari suatu perguruan tinggi.
Perempuan cantik ini juga mendirikan organisasi bagi para bintang porno bernama Adult Industry Medical Health Care Foundation. Organisasi ini menyediakan tes STD dan merekam data kesehatan para bintang porno.

5.  A.J Bailey
Keterlibatan A.J. Baily dalam industri film porno disebabkan kesulitan untuk membayar biaya kuliahnya. Profesi bintang film porno pun menjadi pilihan yang mau tak mau harus dilakukan oleh perempuan cantik yang memiliki dua gelar Master, di bidang Antropologi dan Museum yang diperolehnya dari St. Andrews University di Skotlandia.

 
 
sumber

Selasa, 04 Februari 2014

Caj kenderaan perdagangan naik 5 peratus

 
Malaysiakini  Sep 4 2013 
Persatuan Pengusaha Pengangkutan Perdagangan Wilayan Utara menaikkan caj perkhidmatan kenderaan perdagangan sebanyak lima peratus berkuatkuasa 4 Sep.
    
Presidennya Datuk Yusoff Ismail berkata kenaikan caj itu mendapat persetujuan daripada 1,000 anggotanya yang juga pengusaha kenderaan perdagangan berikutan kenaikan harga minyak diesel sebanyak 20 sen yang diumumkan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak, Ahad lepas.
    
Beliau berkata kenaikan caj itu mengambil kira kos tambahan yang perlu ditanggung antara RM130 hingga RM150 bagi setiap perjalanan dari Alor Setar ke Kuala Lumpur atau Singapura.
    
"Sebelum harga minyak naik setiap kenderaan perdagangan ini menggunakan antara 700 hingga 800 liter diesel pada kadar RM1.80 seliter. Tetapi kenaikan 20 sen ini akan menambahkan lagi kos, namun kadar lima peratus tersebut masih rendah," katanya kepada pemberita selepas mengadakan pertemuan dengan pengusaha lori di Kawasan Perindustrian Mergong di Alor Setar.
    
Yusoff berkata harga diesel di negara ini masih pada tahap terendah berbanding dengan Thailand iaitu RM3 dan caj pengangkutan yang dikenakan pihaknya adalah pada tahap berpatutan dan tidak membebankan orang ramai.
    
Yusoff yang juga Presiden Persatuan Pengguna Kedah (Cake) berkata kenaikan harga minyak sebanyak 20 sen turut memberi kesan kenaikan harga barangan lain tetapi bukan secara mendadak.
    
"Saya yakin kenaikan harga barangan runcit hanya akan naik sekitar satu hingga lima sen sahaja dan jika ada barangan itu melambung tinggi (tindakan) peniaga itu tidak adil dan mereka ambil kesempatan," katanya.    
Sementara itu, pengusaha kenderaan perdagangan, Abdul Ghani Saud berkata  kenaikan caj berkenaan adalah paling minimum walaupun kos yang terpaksa ditanggung mereka amat tinggi.

- Bernama
Older Post ►
 

Copyright 2011 Sole Spatu